Kamis, 2008 Oktober 02

Ibu, Maafkan Anakmu

Setelah saya baca tulisan sang juragan batik (sebenarnya postingan lama) saya jadi ingin menulis tulisan mengenai ibu.

Membaca tulisan beliau badan saya bergetar, dan masih merinding disaat memencet tombol tombol pada keyboard computer saya.

Astagfirullah.. telah banyak air tuba yang saya berikan kepada ibu, padahal ibu memberikan kepada saya air susu yang sangat berlimpah. Bagaimana cara membalasnya. Bingung.


Ibu, mungkin adalah kata terhebat setelah kata “Allah, Malaikat, Nabi dan Al-Quran”
Saya yakin, pengabdian kita kepada Ibu adalah salah satu laverage segala urasan kita. Laverage usaha, laverage kualitas hidup, laverage segalanya.

Ingatlah, ketika kita mendapat masalah yang mungkin tak ada jawabannya? Menghadaplah kepada-Nya dan ingat dosa apa yang telah kita lakukan kepada Ibu? Insya Allah, kita diberikan jawabannya.


Dan lagi lagi saya teringat tentang usaha saya yang belum membuahkan hasil. Insya 4JJI saya akan mengabdi kepada Ibu. Saya yakin benang merahnya ada di tangan Ibu. Ibu, anakmu ini mungkin telah melukai hatimu, maafkan dosa anakmu ini.


Dan paragraph terakhir ini saya akhiri dengan mengucap do’a kepada Ibu (badan saya masih gemetar, merinding)

Diyan Marandi, Owner LimitShirt


Nb : Gambar di atas adalah gambar ibu kandung saya dan cucunya (rara), anak saya nomor satu. cucu yang paling ibu sayang

Minggu, 2008 September 07

11. Akhirnya Saya Bangkrut

Kali ini saya ingin bercerita mengenai kegagalan usaha saya yang pertama. Bukan untuk tujuan negatif tentunya. Saya ingin bercerita supaya anda yang sedang bernasib sama seperti saya tidak terlanjur jatuh dan syukur syukur bisa segera bangkit sebelum mendekat ke tepian jurang. Dan anda tidak meniru kesalahan saya yang bisa menuntun ke jurang kegagalan.

Usaha saya pertama bergerak di bidang jasa. Laundry tepatnya. Saya dulu jadi pengelola sekaligus pegawai yang nyuci. Meskipun nggak nyuci pakai tangan, tapi sering untuk pakaian kemeja saya sikat bagian kerah.

Saya jadi pengelola. Modal usaha 95% dari teman saya. Saya hanya menambah 5% yang bisa dijadikan modal untuk membantu kelancaran usaha.

Teman yang saya jadikan partner ini sebut saja Mas A. Sebelum dengan Mas A, sebenarnya ada tawaran dari rekan TDA juga. Sebut saja Mas B. Posisinya adalah Mas A yang memodali tempat usaha, dan Mas B sebagai pemodal alat.

Setelah rembugan lama, kami memutuskan untuk menyewa lokasi usaha. Setelah beberapa kali survey akhirnya dapat. Di daerah Condong Catur (ConCat) waktu itu. Dan selang beberapa hari alat dari Mas B didatangkan dari Solo. Tetapi ada kendala, alat pengering kondisinya ada bagian yang rusak. Tetapi masih garansi.

Hampir 1 bulan berjalan, petugas dari alat pengering sudah di kabari dan sudah datang, tetapi belum ada kepastian alat bisa diperbaiki. Akhirnya Mas A yang tau kondisinya demikian sedikit gusar. Modal sudah dikeluarkan untuk menyewa, tetapi usaha belum beroperasi. Akhirnya Mas A membeli sendiri alat alatnya, dan praktis alat dari Mas B tidak terpakai. Saya bingung waktu itu. Sulit memberikan berikta ini kepada Mas B.

Akhirnya, laundry buka tanpa sepengetahuan Mas B. Dan inilah awal kesalahan saya dalam berbisnis. Nilai utama berbisnis dengan bermitra yaitu “Komunikasi“ saya abaikan. Dan hari pembukaan usaha Mas B mengetahui bahwa Laundry buka tetapi tanpa sepengatahuannya. Mas B pun kecewa.

Alat dari Mas B yang praktis tidak terpakai ditarik dari lokasi usaha. Sempat saya sedih, tidak bisa menjadi mitra yang baik saat itu. Tetapi saya juga tidak bisa diam saja. Tidak mungkin juga saya mengecewakan Mas A.

Akhirnya satu dua bulan usaha bergulir. Belum merasakan manisnya keuntungan (hanya mampu membiayai satu karyawan, yang kebetulan adalah istri sendiri) cobaan datang kembali. Kali ini orang tua (bapak) saya mendapatkan cobaan, beliau mengalami stroke setelah berolah raga. Setelah pulang dari rumah sakit, selang beberapa hari, cobaan datang lagi. Bapak saya dikabarkan menderita diabetes dengan luka kaki sebelah kiri. Praktis mental saya buyar. Bolak balik dari tempat usaha ke rumah sakit hampir empat kali dalam seminggu. Praktis usaha keteteran.

Cobaan terasa lengkap ketika luka kaki bapak saya tidak bisa disembuhkan, dan akhirnya jalan terakhir harus diamputasi. Perasaan saya waktu itu tidak bisa diungkapkan dalam kata kata.

Saya akhirnya memilih untuk mundur dari laundry. Karena belum sempat pendelegasian, akhirnya saya tutup laundry. Dilematis sebenarnya, tapi saya harus menentukan pilihan. Selain itu keputusan itu juga sepertinya diamini ketika istri sebagai pendamping di laundry akhirnya melahirkan anak kami yang kedua. Oh ya, istri saya membatu di laundry saat berada dalam keadaan hamil. Sungguh berat waktu itu.

Saat ini saya hanya bisa memohon maaf kepada rekan atau mitra yang sudah saya buat kecewa. Untuk Mas A, dan Mas B, saya hanya bisa memohon maaf, mungkin kerugian materi belum bisa saya bayar hari ini.

Semoga ada manfaat sharing saya kali ini. Dan semoga Anda tidak bernasib sama seperti saya. “Komunikasi”, adalah kunci berbisnis dengan model apapun, lebih lebih dengan prinsip kemitraan.

Saya yakin ini bukan kegagalan yang absolut. Ini adalah pil pahit yang harus saya telan agar saya bisa sembuh. Agar saya mampu berjalan menuju kesuksesan..

Diyan Marandi, Owner LimitShirt

Senin, 2008 Agustus 25

10. Genggamlah Dunia

Pernah membaca serial komik “KungFu Boy” yang tokoh di dalamnya adalah Chinmi. Di salah satu seri, chinmi pernah disuruh guru kungfunya untuk bisa membelah bulan. Latihan membelah bulan ini oleh sang guru diberikan kepada chinmi dengan maksud untuk melatih kecepatan dan ketenangan.

Beberapa kali chinmi gusar, ia tidak bisa menemukan caranya. Ia berfikit, memegang bulan saja ia tidak bisa, apalagi membelahnya, mau pakai alat ter canggihpun rasanya mustahil.

Sampai pada waktu tertentu, chinmi tiba di salah satu sungai. Disitu ia baru tersadar, ternyata ini maksud sang guru. Chinmi akhirnya tahu maksud sang guru memberi teka teki membelah bulan. Dengan tenang chinmi turun ke sungai, dengan gerakan hati hati dan bertenaga chinmi berlatih di air. Memukul mukul air beberapa kali, hingga akhirnya ia berhasil.

Chinmi berhasil membelah bayangan bulan yang tercermin dari air sungai. Dengan berlatih berulang ulang dan membuang rasa pesimisnya ternyata ia bisa membelah bulan.

Ada pelajaran yang bisa kita petik dari cerita di atas. Ternyata tidak ada sesuatu yang mustahil terjadi jika kita bersunguh sungguh mau mencarinya.

Entah Anda dari golongan yang seperti apa? Tidak perlu menyerah. Mari bersama sama tunjukkan bahwa kira bisa. Buang rasa pesimis, maju dengan optimis

Kita bisa genggam dunia

Diyan Marandi, Owner LimitShirt.

NB 1 : Ilustrasinya sebenarnya kurang tepat, judulnya “Genggam Dunia” tapi gambarnya “Genggam Matahari”. Biarin aja, kan biar beda.hehe
NB 2 : Ngomong ngomong tentang “Beda”, apa Anda sudah pakai T-Shirt “LimitShirt” dijamin pasti beda, dan tidak ada yang menyamainya. Promosi sedikit ah...

Kamis, 2008 Agustus 21

9. Hati Hati Dengan Acara Televisi Kita

Coba perhatikan acara acara di Televisi kita. Mungkin hanya 5-10% yang benar benar memberikan suguhan positif. Kalo ngga sinetron, acara gossip atau berita criminal.

Sudah bosan saya melihat acara acara seperti itu.

Di tengah tengah acara yang membosankan tersebut ternyata ada acara yang isinya menyegarkan. Apalagi di pagi hari. Acaranya hampir 80% menurut saya adalah peluang usaha yang cukup menarik.

Acara yang dipandu oleh Ferdi Hasan dan Rieke “Oneng” Diah Pitaloka yang berjudul “Good Morning” ini ibarat oase di padang pasir. Banyak sekali peluang usaha yang bisa kita coba disana.

Andaikan acara televisi kita ini beraura seperti acara itu, saya yakin di perempatan jalan tak banyak kita temui pengamen pengamen atau anak jalanan lagi, atau tidak kita jumpai ibu ibu rumah tangga kumpul kumpul hanya untuk ngerumpi.

Ada satu lagi acara yang saya sukai. Tapi sayangnya sering kelewat nontonnya. Yaitu acara “Balada Hidup Ini Indah” dan “Balada Sang Bintang”. Acara tersebut membuat hati saya sering bergetar. Sang tokoh, bercerita mengenai jalan hidup dari mulai minus, hampir putus asa, diolok olok akhirnya berbalik 180 derajat.

Disitu kita diajarkan bagaimana kita menghadapi cobaan hidup. Kita diajarkan untuk syukur dan kita diajarkan untuk bersemangat menggapai impian kita.

Segala sesuatu yang baik pasti dimulai dari kebaikan terlebih dahulu. Dari apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita rasa. Keseimbangan hidup adalah kuncinya.

Semoga semakin banyak acara televisi di Indonesia yang beraura positif.

Saya yakin kita bisa maju, Sutrisno Bachir sudah mengajak Indonesia untuk Maju, Susu Bendera juga demikian. Tinggal kita yang memutuskan mau maju atau tetap diam.

Diyan Marandi, Owner LimitShirt

NB 1 : T-Shirt ini sengaja saya design exclusive, berat sebenarnya kalo untuk dijual, saya sendiri sebenernya pengen buat untuk dipakai sendiri, tapi untuk Anda saya rela. “Life Must Balance”. Hidup kita memang harus seimbang.
NB 2 : Pernah lihat Iklan dari Sutrisno Bachir? Ada tokoh entrepreneur dari Jogja, Firman namanya, dia adalah pemilik usaha “Tela KreZZ”, saya banyak belajar mengenai entrepreneurship dengan beliau ketika saya bekerja di “Tela KreZZ”


Selasa, 2008 Agustus 19

8. Belum Gagal? Berarti Belum Boleh Sukses

Haha..awalnya saya berusaha menyangkal kata kata para pengusaha yang sudah “berlayar” mengarungi dunia usaha. Saya tidak setuju kalau sukses itu harus gagal dulu. Tapi setelah kejadian di usaha pertama saya (laundry), saya malah mengamini 100%.

Alasannya kenapa? saya takut gagal. Siapa yang mau buka usaha malah rugi? Disitulah saya mati matian menolak kalau sukses itu harus gagal dulu. Saya tidak percaya sama sekali dengan alasan saya pasti sukses.

Setelah hampir dua bulan usaha saya berjalan, ujian kemudian datang. Tak bisa terelakkan, akhirnya harus diakhiri dengan menutupnya. Sedih, kecewa, down. Perasaan itu yang saya rasakan. Dan saya seperti diingatkan, ternyata kita tidak boleh sombong.

Kesombongan inilah yang membuat usaha pertama saya harus diakhiri. Saya ambil hikmah dibalik semua ini. Saya menjadi ingat kata kata para “Begawan” bisnis itu. Dan dengan itu pikiran saya yang semula berisi kesombongan, saya hapus perlahan.

Kesuksesan memerlukan proses. Tidak akan ada manusia yang begitu lahir bisa berjalan, berbicara langsung, kecuali karena kehendak-Nya.

Satu kegagalan sudah saya dapatkan. Saya tidak tahu sukses saya akan saya raih setelah melewati kegagalan yang ke berapa. Tapi Insya 4JJI, saya tidak akan berhenti. Saya siap untuk gagal, dan saya siap sekali menuai kesuksesan.

Entah 1, 2, 3 atau 10 kali kegagalan lagi yang harus saya lalui untuk mendapatkan kesuksesan itu. Saya akan maju. Ketika saya mencoba lagi, berarti saya tidak sedang gagal, saya berhasil naik tingkat dan kesuksesan semakin dekat.

Dan akhirnya saya percaya, “Belum Gagal? Berarti Belum Boleh Sukses”

Anda sudah gagal? Siap siap anda akan sukses, jadi jangan kecewa bila kegagalan anda dapati, percayalah anda semakin dekat dengan sukses. Anda sudah dekat dengan mulut goa, cahayanya sudah mulai terang.

Diyan Marandi, Owner LimitShirt

NB : Kemarin adalah Hari Kemerdekaan Indonesia. Semoga kita bisa meneruskan perjuangan para Pahlawan Pahlawan kita. Amin

Sabtu, 2008 Agustus 16

7. Saya, Anda adalah Luar Biasa

Status saya yang “murtad” dari Semi TDA menjadi TDB mengharuskan saya kembali merasakan menjadi “kuli”. Saat ini, keadaan ini saya syukuri. Alhamdulillah, saya dapat penghasilan. Tak bisa dipungkiri, dengan status menjadi orang tua dengan istri dan dua orang anak, mewajibkan saya memberi nafkah orang yang saya cintai tersebut.

Memang saya akui, sering batin ini tersiksa, hati tidak tenang dan perasaan ingin kembali ke TDA selalu muncul. Tapi, Saya tetap bersyukur.

Ada moment moment yang sangat saya suka ketika saya bekerja. Moment tersebut adalah “meeting”, ya meeting atau rapat. Rapat di tempat kerja saya bukan sekedar rapat koordinasi. Owner sebagai pemimpin rapat sering memberi motivasi dan cerita beliau saat membangun perusahaannya.

Mungkin bagi teman kerja yang lain ada yang tidak suka kalau ada rapat seperti ini. Rapat pagi, kalau berangkat siang ya harus ikut rapat dulu, setelah selesai rapat, pulang dulu terus siangnya berangkat lagi. Cape deh..

Tapi menurut saya ini adalah vitamin. Saya suka dengan pengalaman dan cara pandang beliau. Beliau ber-etnis Cina. Dan saya kagum dengan keuletan etnis Cina.

Ada satu materi rapat yang terbayang sampai sekarang. Waktu itu adalah materi dimana sebenarnya sang owner perusahaan sedang marah. Tapi saya malah senang. Meterinya berbobot sih.

Beliau menegaskan, mengenai fungsi seseorang manusia. Beliau mencontohkannya dengan sebuah staples. Ketika itu di depan beliau ada sebuah staples. Beliau bilang “bisa nggak kalo staples ini digunakan untuk “ngulek sambel”?”, bisa kan? Tapi apakah sesuai fungsinya?”

“Berapa harga sebuah staples?, dan berapa harga sebuah cobek?” “apakah tidak rugi Anda beli staples, taruh saja harga Rp 20.000,- kemudian Anda gunakan untuk “ngulek sambel” yang sebenarnya harga cobeknya hanya Rp 5.000,-?

“Begitu juga Anda, apakah Anda mau, pemberian Tuhan yang sangat sempurna, luar biasa dan sangat unik itu tidak Anda gunakan sebagai mana mestinya”

Saat itu juga perasaan saya jadi berubah, benar juga ya..

Apakah sampai sekarang fungsi “Manusia” ini sudah saya gunakan sebagai mana mestinya? Rasanya sering saya mempermalukan diri sendiri, merendahkan harga diri sendiri. Sering rasanya fungsi “Manusia” ini tidak dijalankan maksimal.

Astagfirullah.. semoga dengan ini saya menjadi diingingatkan.

Saya, dan Anda adalah manusia dengan kekuatan yang luar biasa. No Body Can Stop Me

Diyan Marandi, Owner LimitShirt

NB : Saya rindu dengan suasana kumpul bareng teman teman TDA Joglo. Sudah beberapa bulan ini saya benar2 vacum. Insya 4JJI, jika diberi kesempatan saya pasti akan silaturahmi lagi. Amin.

Selasa, 2008 Agustus 12

6. Apa pandangan Anda mengenai “Peluang”

Apa pandangan Anda mengenai “Peluang”

Apa yang kita lakukan ketika ada peluang yang lewat di depan kita?

Pertama, beberapa dari kita memilih mengambilnya. Kemudian larut dalam proses menuju harapan menjadi sukses.

Kedua, beberapa diantara dari kita memilih untuk mengabaikan, dengan berbagai pertimbangan alasan, yang sebenarnya belum teruji kebenarannya.

Apa yang terjadi dari dua kelompok diatas? Kemungkinan yang terjadi ada 3 macam (menurut versi saya). Dua dari “kemungkinan” terjadi pada kelompok pertama dan satu “kemungkinan” terjadi pada kelompok kedua

Kemungkinan pertama, pada kelompok pertama, setelah mencoba peluang dan larut dalam proses, akhirnya tetap tidak sukses. Mungkin ada kesalahan dalam beberapa proses. Atau sebab lainnya

Kemungkinan kedua, pada kelompok pertama, setelah mencoba mengambil peluang, focus dan enjoy, akhirnya kesuksesan menjadi miliknya

Kemungkinan ketiga, pada kelompok kedua, karena memang tidak melakukan apa apa, maka mereka tidak mendapat apa apa.

Saya bisa menebak, pasti Anda memilih kemungkinan kedua kan? Atau Anda memilih kemungkinan ketiga? Bagi saya, biarpun kemungkinan pertama yang kita dapati, setidaknya kita punya kesempatan untuk mendapatkan kemungkinan kedua.

Kalau Anda ingin tidak gagal dan tidak rugi, saran saya, tirulah kelompok kedua, karena sebenarnya hasilnya bukan “kemungkinan” lagi, tetapi “kepastian”, pasti tidak rugi, pasti tidak gagal, tapi juga pasti tidak akan dapat apa apa.

Selamat mencari peluang dan nikmati kemungkinan yang akan Anda dapati

NB : Ada peluang menarik yang ingin saya ambil, ada tawaran mengembangkan “Bunga Rosella”. Ada yang tau mengenai seluk beluknya?

Diyan Marandi, Owner LimitShirt

Rabu, 2008 Juli 23

5. Usaha Tanpa Modal

Apa benar sih usaha ada yang tanpa Modal. Mungkin ada yang menjawab ada dan mungkn juga ada yang menjawab tidak. Kalo menurut saya pribadi modal yang tidak harus dimiliki adalah modal uang, itu saja. Aneh ya? Dulu saya kira modal uang itu harus, tetapi setelah gabung dengan TDA, semua terjawab sudah.

Modal utama untuk memulai usaha adalah “Semangat”. Semangat bisa dimiliki setelah “Mind Set” sudah terbentuk. Mind set untuk mandiri adalah modal yang tidak akan habis.

Saya pernah mengalami kegagalan usaha. Usaha pertama saya sengaja saya tutup karena beberapa sebab mengharuskan untuk menutupnya. Banyak pembelajaran dari usaha pertama saya, terutama mengenai menjaga kepercayaan dan komunikasi.

Tapi, setelah usaha pertama saya gagal (red-belum sukses), niat untuk memulai lagi rasanya sudah tidak tahan lagi. Selalu membayang bayangi terus. Dan saya baru sadar, ternyata ketika mind set kita sudah terbentuk, kita “dipaksa” untuk bergerak lagi.

Seperti saat kita jatuh cinta, kita tidak mempedulikan lagi keadaan kita dan berusaha mati matian untuk ketemu atau sekedar memandang sang pujaan hati.

Kembali ke Modal. Dari situlah saya kemudian merasa “kebakaran”, dari pikiran sederhana saya buat design T-Shirt. Tanpa modal uang saya gunakan blogger untuk memajang barang dagangan saya, saya pasang brand “LimitShirt”. Barangnya sangat terbatas dan masih panas seperti habis keluar dari oven (red-bukan barang jadi, order dulu baru produksi).

Singkat cerita, praktis bisa disebutkan saya ini tidak mempunyai toko, tidak pakai modal uang dan kantornya pun cuma di Warnet, maklum belum ada koneksi internet di rumah (ketahuan)

NB 1 : Ayo..bagi rekan rekan TDA, saya khusus mendesign 1 (satu) T-Shirt untuk TDA (Tangan Di Atas Lebih Baik Daripada Tangan Di Bawah), buruan dipesan, sangat terbatas, dan dijamin tidak ada yang nyamain.
NB 2 : Blog saya sederhana kq, saya hanya mengutak atik background dan buat button button sederhana. Bagi yang ingin tahu cara buatnya boleh kq. Tapi saya belum buat tutorialnya. Jadi nunggu agak lama gpp ya. Hehe…

Minggu, 2008 Juli 20

4. Berkhayal Tentang Cita Cita

Apa yang anda inginkan (dalam bentuk suatu benda) ketika sukses materi sudah anda raih? Ini bukan bermakud untuk konsumtif, tetapi lebih untuk pembangkit semangat untuk meraih kesuksesan tersebut.

Coba anda bayangkan, atau lebih bagusnya anda tulis beserta gambarnya dan anda ditempel dimana mana. Kalau saya masih malu (hehe…), jadi saya tulis dan saya tempelkan gambarnya di blog saya saja.

Entah kepikiran apa, baru2 ini saya ingin sekali kelak kalau sukses materi sudah saya dapatkan, saya ingin memiliki tanah beserta rumah yang sederhana dan yang paling penting disana akan saya bangun “Rumah Pohon”. Saya ingin isi rumah pohon itu dengan peralaan sederhana, layaknya sebuah kantor mungil. Disana akan saya beri meja kecil, kursi yang nyaman dan beberapa rak buku di sudut ruangan. Ada juga meja kecil di lantai tanpa kursi, sehingga ketika saya bosan bekerja di meja diatas, saya gunakan meja kecil dan “selonjor” disitu sambil utak atik laptop.

Saya ingin bekerja disitu. Mengurusi bisnis lewat rumah pohon itu. Di sudut2 ruangan akan saya beri Sound System dan tiap hari saya akan lantunkan lagu lagu Ebiet G Ade. Tentram dan sejuk rasanya.

Tak peduli kota Jogja sudah mulai sumpek dan penuh debu asap kendaraan. Saya ingin menghidup sejuknya daun daun rumah pohonku tiap pagi.

Berhayal ya kaya’nya? Tapi masa sih gak mungkin? Pasti bisa kan? Inysa 4JJI

Kendaraan untuk mewujudkan impian itu sudah saya siapkan. Tapi apa mungkin hanya dengan berjualan kaos bisa sukses? Bisa ah..orang Bob Sadino aja jualan telur bisa sukses segitunya.

NB 1 : LimitShirt Edition sangat mengharapkan masukan dari pembaca. Anda bisa isi melalui kolom Shout Box disamping kanan ide design T-Shirt apa yang anda inginkan.

NB 2 : Ada yang suka komik? Pernah lihat komik tapi bukan berupa buku? Pernah lihat komik di T-Shirt? Design sudah siap luncur, tinggal tunggu aja tanggal mainnya.

Diyan Marandi, Owner LimitShirt

Kamis, 2008 Juli 17

3. Saat Kita Jatuh

Apa yang bisa kita lakukan ketika kita sedang jatuh. Seperti itulah pertanyaan yan sering muncul ketika kita benar2 jatuh. Kita sering memberikan saran atau motivasi kepada orang lain ketika orang tersebut terjatuh, tetapi, kadang keadaaanya berbeda ketika kita sendiri yang terjatuh.

Seperti saat saya terjatuh pada usaha saya (Laundry) yang baru berumur jagung. Kebetulan pemilik kontrakan yang saya pakai adalah seorang entrepreneur juga. Beliau memberikan argumentasinya kepada saya saat saya berkunjung ke rumahnya beberapa hari lalu.

“Saat anda memilih untuk memulai usaha, semua yang anda rencanakan rengan matang itu hanyalah sebatas ujung kuku saja”

“ketika masalah demi masalah datang, maka itu sudah mulai kelihatan setiap organ2 lain, ketika hasil diluar dugaan, maka segera berubah, berubah bisa berarti memperbaiki atau tinggalkan saja”

Yang Mas Dian lakukan itu bukan memperbaiki, tetapi meninggalkan, tetapi tidak apa apa, asal meninggalkannya dengan tujuan lebih baik”

Benar, saya waktu itu sepertinya ambisius sekali. Walaupun kelihatannya rencana sudah sangat matang, ternyata masih sebatas ujung kuku saja.

Kali ini, saya memang benar benar meninggalkan kendaraan saya dan berganti kendaraan yang lain. Insya 4JJI kendaraan ini benar2 mendekat kea rah tujuan saya.

Ternyata, hanya satu kata yang bisa menjawab apa yang harusnya kita lakukan ketika kita terjatuh. Satu kata itu adalah “Bangkit”. Bangkit ini hanya kita yang sudah terjatuh yang bisa melakukannya. Ada perasaan yang tidak terkira ketika kita berada pada posisi seperti ini.

Semoga kita termasuk ke dalam orang yang selalu bangkit saat kita jatuh

NB : Hari ini ada satu pemesan Kaos LimitShirt, Alhamdulillah, (Ayo Mas Andhika Solo, buruan tranfer nanti designnya dipakai orang lain lho hehe...) sungguh saya sangat bersyukur. Semoga “LimitShirt” mampu merebut hati para penggemar T-Shirt

Diyan Marandi, Owner LimitShirt Edition

Rabu, 2008 Juli 16

2. Soft Opening

“1 hari minimal 1 tulisan posting ke blog”, saya rasa ini belum bisa terlaksana. Ya minimal untuk saat ini. Insya 4JJI jika niat sudah ada, tinggal dibiasakan saja.

Alhamdulillah hari ini kebetulan hari perdana saya luncurkan blog usaha saya. Usaha seputar garment. Saya lebih focus mengerjakan Kaos, dan khusus menangani Kaos Limited Edition.

Usaha kali ini adalah usaha ke 2 saya. Usaha pertama bisa dikatakan “belum lulus”. Perlu mengulang lagi dan perlu belajar lagi.

Usaha pertama adalah Laundry, diawal memulai, apinya masih berkobar, tetapi di hari hari selanjutnya, saya belum lihai menjaga angin yang dating dari segala penjuru dan akhirnya memadamkan sementara apinya. Insya 4JJI dilain kesempatan saya akan sulut apinya lagi.

Insya 4JJI usaha ke dua ini menjadi lebih dari yang saya inginkan. “LimitShirt Edition” itulah nama yang saya usung. Lebih spesifik dengan produk kaos terbatas. 1 design 1 kaos. Very very exclusive.

Mohon doa restu dari teman2 seperjuangan. Saya mohon bimbingan. Banyak sekali hal yang perlu saya pelajari. Mulai dari sikap, mental, hingga keseriusan dalam menjalankan usaha. Semua tentang pesan dan kritik akan sangat membantu sekali.

Terimakasih

NB : Terimakasih untuk Pak BS (TDA Joglo), beliau adalah salah satu teman berbagi. Saya salut mengenai pandangan beliau tentang peluang. Diusianya yang jauh dari saya, beliau masih gesit dan peka terhadap peluang peluang yang ada. Saya malu kalau hanya diam saja. Terimakasih ya Pak..sukses untuk bapak

1. Alhamdulillah, Blog Saya "Reinkarnasi"

Sudah beberapa bulan ini Saya tidak menuliskan setitikpun tulisan diblog Saya. Akhirnya dengan berat hati konten Saya yang terdahulu Saya hapus, agar auranya kembali seperti saat Saya mau nulis lagi. Jangan ditiru cara Saya ya

Berbulan bulan yang lalu, sebenarnya banyak sekali yang bisa ditulis diblog. Entah kenapa yang ada hanya rasa malu, malas dan takut. Kq segitunya ya? Saya tidak mau menulisnya sekarang. Saat ini Saya hanya ingin menuliskan sesuatu yang bisa membangkitkan aura positif Saya.

Saat ini, Saya sedang mengumpulkan bahan untuk usaha baru Saya. Usaha yang bergerak di bidang garmen atau busana. Lebih tepatnya kaos. Beberapa cobaan sudah mulai terasa, tetapi Saya malah yakin, bahwa beginilah yang benar.

Saat mengumpulkan design, Saya ada pemikiran yang menurut Saya kemungkinan sangat laku di pasaran, tetapi ternyata Saya salah. Belum sempat melepaskan ke pasaran, design yang mau Saya pakai ternyata tidak mungkin Saya tampilkan. Secara prinsip, ini memang salah Saya, artinya Saya memang harus sedikit “dipaksa” untuk mencari design lain.

Dan alhamdulillah, ternyata ada ide yang lewat, dan insya allah segera Saya kerjakan. Setelah sedikitnya 5 design Saya tampilkan nantinya, segera Saya akan publikasikan. Semoga niat ini segera tercapai.

NB 1 : Usaha yang akan Saya kerjakan ini bisa Saya kategorikan ke dalam usaha yang tidak memerlukan modal uang yang berarti. Insya 4JJI kapan kapan Saya ceritakan di lain kesempatan

NB 2 : Blog ini seperti “dilahirkan kembali” Saya jadi lebih senang membuka dan Insya 4JJI terus Saya update