Setelah saya baca tulisan sang juragan batik (sebenarnya postingan lama) saya jadi ingin menulis tulisan mengenai ibu.Membaca tulisan beliau badan saya bergetar, dan masih merinding disaat memencet tombol tombol pada keyboard computer saya.
Astagfirullah.. telah banyak air tuba yang saya berikan kepada ibu, padahal ibu memberikan kepada saya air susu yang sangat berlimpah. Bagaimana cara membalasnya. Bingung.
Ibu, mungkin adalah kata terhebat setelah kata “Allah, Malaikat, Nabi dan Al-Quran” Saya yakin, pengabdian kita kepada Ibu adalah salah satu laverage segala urasan kita. Laverage usaha, laverage kualitas hidup, laverage segalanya.
Ingatlah, ketika kita mendapat masalah yang mungkin tak ada jawabannya? Menghadaplah kepada-Nya dan ingat dosa apa yang telah kita lakukan kepada Ibu? Insya Allah, kita diberikan jawabannya.
Dan lagi lagi saya teringat tentang usaha saya yang belum membuahkan hasil. Insya 4JJI saya akan mengabdi kepada Ibu. Saya yakin benang merahnya ada di tangan Ibu. Ibu, anakmu ini mungkin telah melukai hatimu, maafkan dosa anakmu ini.
Dan paragraph terakhir ini saya akhiri dengan mengucap do’a kepada Ibu (badan saya masih gemetar, merinding)
Diyan Marandi, Owner LimitShirt
Nb : Gambar di atas adalah gambar ibu kandung saya dan cucunya (rara), anak saya nomor satu. cucu yang paling ibu sayang










